P5 SMKN 10 Semarang
SMKN 10 Padukan Tiga Kearifan Lokal Semarang

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Angkat tema kearifan lokal pada gelaran karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMKN 10 Semarang. Kali ini menggabungkan tiga keragaman khas Kota Semarang, yakni makanan tradisonal, kesenian, dan permainan.

Kegiatan yang berlangsung di aula SMKN 10 Semarang ini dimeriahkan dengan pertunjukan musik dan tarian Semarangan dari siswa kelas X. Salah satunya tari Warag Dugder. Selain itu, ada 15 stan makanan tradisional karya peserta didik berjejer rapi. Ada lumpia, wingko babat, es siwalan.

“Ini judulnya restoran khas Semarang. Siswa diajarkan untuk mengenal makanan-makanan khas daerahnya,” kata Waka Kurikulum dan Koordinator P5 SMKN 10, Janto, Kamis (2/3).

Tujuan kegiatan ini untuk menggali potensi di sekitar agar bisa dikenal oleh siswa. Timbulnya rasa kepekaan yang bisa menyadarkan akan pentingnya melestarikan kearifan lokal.

Lebih lanjut, Janto mengaku kegiatan P5 ini untuk melatih kewirausahaan sejak dini. Peserta didik belajar tentang pengeluaran untuk modal, laba, serta menghitung margin. Pemasaran juga dilakukan siswa baik secara langsung serta melalui media sosial. “Secara nyata mereka langsung mempraktekkan berwirausaha dengan baik dan benar,” akunya.

Menurutnya pembangunan karakter peserta didik menjadi point utama. Melalui gelar karya P5 ini, melatih siswa berpikir kritis dan saling bekerjasama. “Proses ini yang paling penting. Tentang bagaimana karakter mereka ini bisa tumbuh. Saling kerjasama, gotong royong, dan berpikir kritis,” jelasnya.

Salah satu siswa Khoirunnisa Alya mengaku senang bisa belajar wirausaha bersama teman-temannya. “Banyak pengajaran yang didapat dari kegiatan ini,” katanya. (kap/mg3/mg4/ida)

Sumber: https://radarsemarang.jawapos.com/edukasi/721406633/smkn-10-padukan-tiga-kearifan-lokal-semarang

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait

Program Literasi Sekolah

SMK Negeri 10 Semarang memiliki program literasi sebagai berikut: 1. Gerakan menulis artikel ilmiah bagi Guru, Karyawan, serta Peserta Didik. Tujuan gerakan menulis ini adalah untuk melatih dan mengembangkan potensi menulis dalam diri Guru, Karyawan, dan Peserta Didik, sehingga memiliki kemampuan dalam pengembangan karya ilmiah. Selain itu, bagi Guru ASN, hasil dari artikel ilmiah juga

Baca selengkapnya...

Prestasi Literasi Sekolah

a. Prestasi Sekolah Berkinerja Terbaik 2022 oleh Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah dalam Penulisan Artikel oleh Guru dan Karyawan SMK Negeri 10 Semarang b. Best Practice 2023 yang diselenggarakan oleh BPTIK Dikbud Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah c. Juara II Business Plan Competition Universitas Pekalongan 2023

Baca selengkapnya...

Karya Literasi Sekolah

a. Antologi Artikel Guru dan Karyawan SMK Negeri 10 Semarang b. Inspirasi Membangun Sekolah Karya Ardan Sirodjuddin, S.Pd (Kepala SMK Negeri 10 Semarang) c. Kumpulan artikel online web SMK Negeri 10 Semarang: https://smk10semarang.sch.id/  d. Kumpulan artikel online web SMK Negeri 10 Semarang: https://cabdindikwil1.com/ 

Baca selengkapnya...